Rechercher dans ce blog

Tuesday, August 3, 2021

[POPULER NASIONAL] Wilayah PPKM Level 4 di Jawa-Bali | Aturan PPKM Level 4 di Jawa-Bali - Kompas.com - Nasional Kompas.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Berita terkait PPKM Level 4 di Jawa-Bali masuk dalam berita terpopuler desk nasional Kompas.com karena paling banyak dicari pembaca pada Selasa, 3 Agustus 2021.

Bagi yang tak sempat mengikuti informasi tersebut, di bawah ini kami rangkum kembali informasinya untuk Anda:

Dalam Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 27 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4 Level 3 dan Level 2 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali yang diterbitkan pada 2 Agustus 2021 menyebut ada 7 provins di Jawa-Bali yang menerapkan PPKM Level 4 di Jawa Bali sejak tanggal 3 hingga 9 Agustus 2021.

Baca juga: Menilik Tingginya Kasus dan Kematian akibat Covid-19 di Jawa-Bali Selama PPKM Level 4

Adapun 7 provinsi tersebut adalah sebagai berikut:

  1. DKI Jakarta: 6 kabupaten/kota
  2. Banten: 5 kabupaten/kota
  3. Jawa Barat: 18 kabupaten dan kota
  4. Jawa Tengah: 23 kabupaten/kota
  5. D.I Yogyakarta: 5 kabupaten/kota
  6. Jawa Timur: 29 kabupaten/kota
  7. Bali: 9 kabupaten/kota

Untuk daftar wilayah mana saja di 7 provinsi tersebut yang memberlakukan PPKM level 4 bisa Anda baca selengkapnya di sini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam Inmendagri Nomor 27 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3, dan Level 2 Coronavirus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali  juga mengatur aturan teknis PPKM Level 4 di Jawa Bali.

Baca juga: PPKM Level 4 Jawa-Bali: Makan di Warung Maksimal Masih 20 Menit, Kapasitas Dibatasi

Aturan PPKM Level 4 periode 3 hingga 9 Agustus 2021 sebenarnya hampir sama dengan aturan PPKM Level 4 sebelumnya pada 26 Juli hingga 2 Agustus 2021 yang tertuang dalam Inmendagri Nomor 24 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4 dan Level 3 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali

Dalam aturan itu mengatur tentang kegiatan belajar-mengajar, operasional perkantoran di sektor non-esensial, sektor esensial dan kritikal, tempat usaha, tempat ibadah, pernikahan, hingga transportasi umum.

Aturan lengkap mengenai PPKM Level 4 di Jawa-Bali bisa Anda baca di sini.

Adblock test (Why?)


[POPULER NASIONAL] Wilayah PPKM Level 4 di Jawa-Bali | Aturan PPKM Level 4 di Jawa-Bali - Kompas.com - Nasional Kompas.com
Read More

Makin Populer di Kalangan Fans Kpop, Apa Itu Aplikasi Weverse? - Kompas.com - Lifestyle Kompas.com

KOMPAS.com - Blackpink resmi bergabung dengan Weverse per 2 Agustus 2021. Hadirnya Blackpink di platform tersebut langsung diserbu oleh para Blink -sebutan penggemar Blackpink.

Hal itu dikabarkan membuat weaver (pelanggan Weverse) naik drastis.

Sebelum Blackpink, beberapa idol Kpop yang sudah bergabung di platform tersebut antara lain BTS, iKon, Seventeen, hingga Treasure. Meskipun, ada pula beberapa artis global yang juga tergabung di dalamnya, seperti Jeremy Zucker, Gracie Abrams, dan New Hope Club.

Lalu, apa itu Weverse?

Melansir Soompi, aplikasi Weverse adalah platform komunitas penggemar yang diluncurkan oleh oleh beNX, perusahaan hiburan anak perusahaan Big Hit Entertainment, agensi yang menaungi BTS dan TXT.

Meski milik Big Hit, namun tidak hanya artis mereka yang bergabung di platform tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Blackpink, misalnya, seperti dilansir Bandwagon, tergabung dalam platform tersebut sebagai bagian dari kerja sama agensi mereka YG Entertainment dengan Big Hit. 

Weverse bertujuan menciptakan platform komunitas penggemar secara global. Membuat para penggemar dapat menikmati konten sekaligus berkomunikasi dengan artis idola.

Melansir Elite Daily, sebagian besar idol Kpop sebelumnya menggunakan forum yang disebut fancafe untuk berkomunikasi dan berbagi konten eksklusif dengan para penggemar.

Namun, fancafe dijalankan oleh portal web pihak ketiga bernama DAUM yang tidak mudah diakses oleh penggemar global. Hal itu dapat dipahami mengingat DAUM adalah perusahaan Korea dan tidak memiliki kewajiban untuk melayani penggemar internasional.

Sementara itu, Weverse memungkinkan penggemar terhubung dengan penggemar lain di seluruh dunia, idolanya dan, seperti halnya fancafe, memungkinkan mereka menikmati konten eksklusif yang tidak bisa didapatkan di tempat lain.

Baca juga: Susul BTS, TREASURE Resmi Gabung ke Komunitas Weverse

Weverse juga memiliki fitur mirip Instagram Story yang disebut "Artist Moments" di mana para idola kerap berbagi unggahan yang lucu, menyentuh atau emosional dengan para penggemar. Konten itu bakal hilang ketika sang idola membagikan momen baru.

Platform ini punya nilai jual tersendiri bagi penggemar internasional karena memiliki fitur penerjemah bawaan yang memungkinkan mereka menerjemahkan unggahan idola ke dalam bahasa pilihan.

Saat ini, bahasa yang tersedia di aplikasi Weverse adalah Bahasa Inggris, Korea, Jepang, Cina, Spanyol, Portugis, Indonesia, Melayu, dan Thailand.

Selanjutnya, mari kita tunggu siapa lagi yang akan bergabung?

Baca juga: Jadi Sampul Vogue Jepang, Intip Harga Outfit Lisa Blackpink

Adblock test (Why?)


Makin Populer di Kalangan Fans Kpop, Apa Itu Aplikasi Weverse? - Kompas.com - Lifestyle Kompas.com
Read More

Monday, August 2, 2021

[POPULER SAINS] Mitos Mie Mengandung Lilin | Varian Covid-19 yang Bisa Kalahkan Vaksin - Kompas.com - KOMPAS.com

KOMPAS.com - Salah satu berita populer Sains Kompas.com edisi Senin, (2/8/2021) adalah soal mitos mie instan mengandung lilin. Bagaimana faktanya?

Selain itu, kemarin BMKG melaporkan bahwa Kaimana, Papua Barat diguncang gempa berkekuatan M 5,9.

Berita soal Covid-19 juga masih banyak dibaca orang, khususnya tentang jenis-jenis masker hingga temuan baru yang mengungkap bahwa adanya varian virus corona yang bisa mengalahkan vaksin akan muncul.

Baca juga: [POPULER SAINS] Saran Peneliti Vaksin AstraZeneca untuk Vaksin Merah Putih | Fenomena Langit Agustus 2021

Berikut rangkumannya:

1. Mitos mie instan mengandung lilin

Isu mi mengandung lilin sudah muncul sejak tahun 2016. Pertama kali disebarkan, isu ini menyebutkan bahwa mi instan memiliki lapisan lilin di permukaannya, yang biasa digunakan dalam wadah styrofoam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Disebutkan bahwa penggunaan lilin pada permukaan mi bertujuan agar mi tidak menempel satu sama lain.

Tujuan lainnya adalah agar mi yang dimasak memiliki tampilan yang lebih mengilap dan menarik perhatian.

Lebih lanjut, isu itu menambahkan bahwa tubuh kita membutuhkan waktu dua hari untuk membersihkan lilin tersebut.
Sehingga, kita hanya bisa memakan mi instan setidaknya 3 hari sekali. Lebih dari itu, lilin tersebut akan menyebabkan kanker.

Banyak yang mempercayai isu ini bahkan hingga hari ini. Namun ternyata ini semua hanya mitos. Baca faktanya di sini:

Benarkah Mi Instan Mengandung Lilin?

2. Kaimana, Papua Barat diguncang gempa M 5,9

Gempa hari ini bermagnitudo 5,9 mengguncang wilayah Kaimana, Papua Barat, pada Senin (2/8/2021) pukul 12.01 WIB. Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dimutakhirkan menjadi M 5,8.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno MSi dalam keterangan tertulisnya menyampaikan, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 4,45 derajat LS; 134,01 derajat BT.

Lokasi tepatnya berada di laut pada jarak 94 km arah selatan Kota Kaimana, Papua Barat, pada kedalaman 77 km.

Kendati lokasi pusat kejadian gempa tektonik ini berada di laut, tetapi pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

Baca selengkapnya di sini:

Gempa Hari Ini: M 5,9 Guncang Kaimana Papua Barat akibat Deformasi Batuan

3. Perbedaan masker N95, KF95, dan KF94

Jenis masker medis yang beredar saat ini sangat beragam. Selain kita mengenal masker bedah, ada juga masker N95, KN95 dan KF94. Lalu, apa perbedaan dari ketiga masker ini?

Awal pandemi Covid-19 mewabah di seluruh dunia, bahkan di Indonesia, masker menjadi barang yang sangat langka, terutama masker medis atau masker bedah.

Masyarakat bahkan masih belum terbiasa memakai masker saat berada di luar ruangan, maupun saat harus bertemu dan berhadapan dengan orang lain.

Kini memakai masker tak sekadar kebiasaan, tetapi juga kewajiban untuk saling menjaga dan mencegah penularan serta penyebaran Covid-19.

Sekarang para pakar kesehatan telah menyarankan penggunakan masker dobel, karena tingginya angka penularan Covid-19, terutama sejak varian-varian baru virus corona semakin merajalela.

Salah satunya varian Delta yang disebut sangat menular dan menjadi varian yang paling mengkhawatirkan.

Hal ini pun semakin mendorong beragam jenis masker dengan berbagai kualitas. Sebut saja masker bedah, masker N95, KN95, hingga KF94, yang ketiganya memiliki perbedaan dari bentuk hingga efektivitas dalam menyaring partikel udara.

Baca perbedaan masker N95, KF95, dan KF94 di sini:

Perbedaan Masker N95, KF95 dan KF94, Mana yang Lebih Efektif Cegah Covid-19?

4. Prediksi munculnya varian baru yang bisa mengalahkan vaksin saat ini

Para ilmuwan Inggris meyakini bahwa suatu hari akan muncul varian virus corona yang bisa mengalahkan vaksin yang ada saat ini.

Berdasarkan analisis oleh akademisi Inggris, yang diterbitkan kelompok penasihat ilmiah resmi Pemerintah Inggris, mengatakan bahwa hal itu hampir pasti akan terjadi.

Mereka meyakini bahwa akan muncul varian virus SARS-CoV-2 yang akan mengakibatkan kegagalan vaksin Covid-19 yang ada saat ini.

Dilansir dari CNN, Minggu (1/8/2021), dalam analisis yang belum ditinjau sejawat ini, studi tersebut masih cukup awal dan bersifat teoritis terkait varian virus corona yang disebutkan tersebut.

Dokumen seperti itu dirilis, sebagai publikasi pra-cetak yang telah memberikan bukti cepat kepada pemerintah selama keadaan darurat. Makalah studi tertanggal 26 Juli 2021 ini telah diterbitkan pemerintah Inggris, pada Jumat (30/7/2021).

Dalam makalah tersebut, para ilmuwan menulis bahwa karena pemberantasan virus 'tidak mungkin', namun mereka memiliki keyakinan tinggi bahwa varian virus corona akan terus muncul.

Mereka mengatakan 'hampir pasti' bahwa akan ada akumulasi variasi antigen secara bertahap atau terputus-putus yang pada akhirnya mengarah pada kegagalan vaksin Covid-19 saat ini.

Selengkapnya baca di sini:

Ilmuwan: Varian Virus Corona yang Bisa Kalahkan Vaksin Saat Ini Akan Muncul

Adblock test (Why?)


[POPULER SAINS] Mitos Mie Mengandung Lilin | Varian Covid-19 yang Bisa Kalahkan Vaksin - Kompas.com - KOMPAS.com
Read More

POPULER Rizky Billar dan Lesti Kejora Nikah Siri? | Progres Diet Ivan Gunawan dalam 2 Minggu - Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM - Simak deretan berita populer seleb dalam 24 jam terakhir.

Mulai dari progres diet Ivan Gunawan dalam dua minggu.

Dalam jangka waktu tersebut, Ivan Gunawan berhasil menurunkan bobot sebanyak 8,5 kilogram.

Sementara itu, Lesti Kejora diisukan sudah menikah siri dengan Rizky Billar.

Menanggapi kabar itu, ayah Lesti Kejora buka suara.

Baca juga: POPULER SELEB Alasan Raffi Sebut Nagita Malaikat Pelindung | Niko Al Hakim: All Good Thank You

Berikut Tribunnews rangkum daftar berita populer seleb, simak selengkapnya:

- Diet Ivan Gunawan

Ivan Gunawan mengaku telah berhasil menurunkan bobot sebanyak 8,5 kilogram dalam jangka waktu 2 minggu.
Ivan Gunawan mengaku telah berhasil menurunkan bobot sebanyak 8,5 kilogram dalam jangka waktu 2 minggu. (YouTube Cumicumi)

Presenter sekaligus desainer Ivan Gunawan membeberkan progresnya dalam menjalani program diet.

Ivan Gunawan mengaku telah berhasil menurunkan bobot sebanyak 8,5 kilogram dalam jangka waktu 2 minggu.

Hal itu disampaikan Ivan Gunawan kepada awak media melalui tayangan YouTube Cumicumi, Senin (2/8/2021).

Baca juga: Kabarkan Progres Diet, Ivan Gunawan Berhasil Turunkan 8,5 kg dalam 2 Minggu, Ini yang Dikonsumsinya

Adblock test (Why?)


POPULER Rizky Billar dan Lesti Kejora Nikah Siri? | Progres Diet Ivan Gunawan dalam 2 Minggu - Tribunnews.com
Read More

Dulu Tidak Populer di Sekolah, Luna Maya: Dilirik Aja Enggak - Kompas.com - KOMPAS.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Artis peran Luna Maya mengaku bukanlah siswa yang populer atau jadi primadona saat duduk di bangku sekolah.

Hal itu disampaikan Luna Maya saat hadir dalam kanal YouTube Kuy Entertainment.

“Enggak (populer dulu di sekolah), dilirik aja enggak gue,” kata Luna Maya dikutip Kompas.com, Senin (2/8/2021).

Baca juga: Teriak Histeris Sambut Kemenangan Greysia/Apriyani Raih Medali Emas, Luna Maya: Oh My God

Bintang film Suzzanna: Bernapas dalam Kubur ini mengungkap alasan dulunya ia bukan idola di sekolah.

“Dulu kan gue agak berisi ya badan gue, chubby. Terus gue itu kalau pakai rok, kalau cewek-cewek populer kan pakai rok itu kan pendek, terus bajunya ketat-ketat. Kalau gue enggak suka, bajunya gombrong, rok gue di bawah lutut,” tutur Luna Maya.

Baca juga: Kakak Luna Maya, Tipi Jabrik Jadi Pelatih Surfing Dampingi Rio Waida di Olimpiade Tokyo

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, Luna Maya juga mengakui cukup bandel saat di sekolah.

“SMP gue bandel ya tidur di kelas, (paling sama) nyontek," ujar Luna Maya.

Luna mengaku dia bahkan pernah berkelahi dengan siswa lain seusai pertandingan basket.

Adblock test (Why?)


Dulu Tidak Populer di Sekolah, Luna Maya: Dilirik Aja Enggak - Kompas.com - KOMPAS.com
Read More

Mengapa Badminton Lebih Populer di Negara Asia dibanding Eropa? - Kompas.com - KOMPAS.com

KOMPAS.com - Siapa tak kenal badminton. Olahraga populer satu ini jadi kebanggaan sebagian besar negara di Asia.

Dilansir Sportsmole, tempat-tempat seperti China dan Indonesia adalah rumah bagi para pemain badminton terbaik dunia.

Itulah sebabnya mereka biasanya mendominasi sebagian besar acara internasional.

Meskipun ada beberapa pengecualian, sebagian besar negara Eropa bahkan tidak dekat dengan olahraga ini.

Negara-negara di benua ini sepertinya lebih tertarik pada sepak bola, bola voli, dan bola basket.

Hanya Denmark, Inggris, Swedia, dan Spanyol yang sejauh ini sering bersaing dengan negara-negara papan atas Asia di ajang badminton.

Masih dilansir Sportsmole, berikut beberapa alasan mengapa badminton kurang populer di negara Eropa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Greysia/Apriyani Lengkapi Raihan Medali Emas Indonesia dalam Cabor Badminton di Olimpiade

Olahraga Lain Lebih Populer

Di Eropa, orang lebih memilih jenis olahraga lain dibanding badminton. Sebagian besar negara Eropa menyukai hal-hal seperti sepakbola, tenis, Formula 1, dan lain sebagainya.

Tentu saja, ada turnamen badminton, seperti Kejuaraan Badminton Eropa.

Tetapi sepertinya, itu masih belum cukup untuk mempopulerkan olahraga ini.

Baca juga: Hasil Final Badminton Olimpiade Tokyo, Greysia/Apriyani Raih Medali Emas!

Pelatih dan Biaya

Tidak seperti sepak bola dan bola voli, olahraga badminton lebih mahal karena perlu membeli peralatan khusus, seperti kok, sepatu, raket, dan jaring.

Akibatnya, beberapa orang tidak mampu membelinya.

Selain peralatan, hal lain yang mungkin harus dihadapi sebagian orang adalah kursus pelatihan yang mahal.

Hal ini tidak terjadi di sebagian besar negara Asia, yang memang menjadikan badminton sebagai keseharian. Peralatan pun tersedia lengkap, dari yang murah sampai yang mahal.

Baca juga: Jejak Indonesia di Sejarah Badminton Olimpiade dari Masa ke Masa

Tidak Belajar dari Orang Tua

Sebagian besar anak-anak yang tumbuh di Eropa memainkan olahraga yang berbeda. Menariknya, sebagian besar anak-anak "mewarisi" hobi olahraga orang tua mereka.

Tentu saja sebagian besar orang di benua itu belum bermain badminton. Ini membuat anak-anak tidak tahu apa-apa tentang olahraga ini sampai mereka mencapai usia tertentu.

Menjadi pemain badminton profesional pun sangat sulit karena harus bersaing dengan orang-orang yang telah melakukan ini sejak mereka berusia enam tahun, terutama orang Asia.

Baca juga: Ternyata, Badminton Baik untuk Kesehatan Mental dan Cegah Depresi

Sulit Mencari Nafkah

Di Eropa, badminton bukanlah olahraga terkenal dengan kumpulan hadiah besar dan kesepakatan sponsor besar.

Meskipun ada beberapa acara besar yang dapat memberi pemain jumlah uang yang layak, tapi tidak sebesar apa yang bisa didapatkan pemain sepak bola atau tenis.

Itu sebabnya kebanyakan orang Eropa yang bermain badminton, melakukannya hanya untuk bersenang-senang.

Adblock test (Why?)


Mengapa Badminton Lebih Populer di Negara Asia dibanding Eropa? - Kompas.com - KOMPAS.com
Read More

Sunday, August 1, 2021

[POPULER SAINS] Saran Peneliti Vaksin AstraZeneca untuk Vaksin Merah Putih | Fenomena Langit Agustus 2021 - Kompas.com - KOMPAS.com

KOMPAS.com - Peneliti Indonesia sedang berusaha mengembangkan vaksin Merah Putih untuk penanganan Covid-19. Berkaitan dengan itu, putra bangsa yang ikut terlibat dalam pengembangan vaksin AstraZeneca di tim Oxford memberikan 2 saran penting.

Ini adalah salah satu berita terpopuler Sains Kompas.com edisi akhir pekan, Sabtu dan Minggu (31/7/2021 - 1/8/2021).

Seperti biasa, di awal bulan Sains Kompas.com mengulas sejumlah fenomena langit yang akan terjadi selama sebulan. Untuk Agustus 2021, ada 10 fenomena yang akan menghiasi langit Indonesia.

Berita populer lainnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menemukan bukti bahwa varian Delta tidak secara khusus menargetkan anak-anak hingga pedoman cara membuang sampah masker sekali pakai dari Kemenkes.

Baca juga: [POPULER SAINS] Aturan Baru Tes Covid-19 | Indonesia Bisa Jadi Negara Terakhir Keluar dari Pandemi

Berikut intisarinya:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Saran peneliti Indra Rudiansyah untuk vaksin merah putih

Indra Rudiansyah (29), salah satu peneliti muda yang tergabung dalam riset vaksin AstraZeneca dari Oxford, memberikan saran terhadap pengembangan vaksin Merah Putih.

Indra tergabung bersama tim Jenner Institute pimpinan Profesor Sarah Gilbert, ilmuwan Inggris yang mendapat standing ovation saat hadir di laga pembuka kejuaraan tenis akbar Wimbledon 2021.

Dalam acara media interview with Mr Indra Rudiansyah yang diselenggarakan oleh Indonesian Diaspora Network Global, Sabtu (31/7/2021), Indra memberikan saran atau pelajaran dari pembuatan vaksin AstraZeneca yang mungkin dapat diterapkan untuk vaksin Merah Putih Indonesia.

Apa sarah yang diberikan Indra agar vaksin Merah Putih segera bisa dimanfaatkan untuk masyarakat di seluruh dunia? Selengkapnya baca di sini:

Saran untuk Vaksin Merah Putih dari Indra Rudiansyah, Peneliti Muda di Balik Vaksin AstraZeneca

Memasuki bulan Agustus 2021 ini, ada sejumlah fenomena langit yang bisa menemani hari-hari Anda selama beraktivitas di rumah saja.

Selain konjungsi Merkurius, akan ada 2 puncak hujan meteor hingga melintasnya asteroid di dekat Bumi.

Berikut 10 fenomena langit yang bisa diamati di bulan Agustus. Selengkapnya baca di sini:

Fenomena Langit Agustus 2021: Hujan Meteor Perseid hingga Asteroid Lewat Dekat Bumi

3. Varian Delta tidak secara khusus menarget anak-anak

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa varian Delta tidak secara khusus menargetkan infeksi pada anak-anak.

Hal itu disampaikan Pemimpin Teknis Covid-19 WHO Maria Van Kerkhove, pada Jumat (30/7/2021).

Van Kerkhove mengatakan bahwa bukti yang menunjukkan varian virus corona Delta ini sepertinya ditularkan di antara orang-orang yang membaur secara sosial.

Seperti diketahui, varian Delta adalah varian virus corona yang sebelumnya dikenal sebagai B.1.617.2 yang pertama kali terdeteksi di India.

Varian Delta yang diyakini memiliki kemampuan lebih menular, bahkan dibandingkan varian Alpha, kini telah mendominasi penularan Covid-19 di seluruh dunia.

Selengkapnya baca di sini:

WHO: Varian Delta Tidak Secara Khusus Menargetkan Anak-anak

4. Cara membuang sampah masker sekali pakai

Setelah mewabah selama lebih dari satu tahun, Covid-19 telah menyumbang permasalahan baru bagi lingkungan.

Sampah masker sekali pakai dan sarung tangan lateks mulai memenuhi selokan, sungai, hingga pantai.

Untuk mengurai permasalahan sampah masker di masa pandemi Covid-19, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah merilis aturan terkait cara membuang sampah masker sekali pakai.

Cara membuang sampah masker sekali pakai sama dengan pengelolaan limbah domestik, yakni sesuai dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

Cara membuang masker sekali pakai menurut Kemenkes bisa dibaca di sini:

Cara Membuang Sampah Masker Sekali Pakai Menurut Kemenkes

Adblock test (Why?)


[POPULER SAINS] Saran Peneliti Vaksin AstraZeneca untuk Vaksin Merah Putih | Fenomena Langit Agustus 2021 - Kompas.com - KOMPAS.com
Read More

POPULER HARI INI: Ramalan Zodiak 4 Juli hingga Spoiler Drakor Alchemy of Souls - Pikiran Rakyat Bekasi - Pikiran Rakyat Bekasi

PR BEKASI - Berikut ini beberapa berita populer yang dirangkum untuk pembaca setia Pikiranrakyat-Bekasi.com pada Senin, 4 Juli 2022. Te...