/data/photo/2022/02/08/620163ab3995d.jpg)
KOMPAS.com - Dalam sehari, konfirmasi Covid-19 di Indonesia naik 36.057 kasus, menjadi salah satu berita populer Sains sepanjang Senin (7/2/2022) hingga Selasa (8/2/2022).
Terlebih, saat ini, penularan varian Omicron semakin meluas.
Tercatat dengan penambahan kasus baru Covid-19 tersebut, total kasus Covid-19 di Indonesia, sejak penemuan kasus pada awal 2 Maret 2020, mencapai 4.516.480 kasus.
Dengan adanya tren kasus positif Covid-19 yang terus meningkat ini, epidemiolog angkat bicara, kemungkinan puncak gelombang ketiga Covid-19 di Indonesia dapat terjadi.
Kesuksesan transplantasi jantung babi yang dilakukan ilmuwan Amerika Serikat beberapa waktu lalu, membuat para ilmuwan di Jerman berencana membiakkan babi yang dimodifikasi secara genetik sebagai donor jantung untuk manusia.
Ilmuwan Jerman ingin menghasilkan spesies babi baru yang dimodifikasi dari babi di Pulau Auckland.
Para ilmuwan ini menargetkan, percobaan transplantasi jantung babi ke manusia dapat siap dilakukan pada tahun 2025 mendatang.
Berita populer Sains lainnya yakni kabar mengenai penyebaran subvarian Omicron BA.2 yang sudah menyebar di 5 negara di dunia. Namun, penyebaran varian yang dijuluki Son of Omicron tersebut sulit dideteksi.
Artikel tentang 7 tanda kecerdasan menurut sains, juga menjadi salah satu berita populer Sains sepanjang Senin (7/2/2022).
Kendati selama ini, tes IQ (Intelligence quotient) digunakan sebagai pengukur bakat dan kemampuan, namun ternyata ternyata tanda kecerdasan manusia menurut sains, bukan hanya dari IQ yang tinggi.
Berikut ini rangkuman beberapa berita populer Sains sepanjang Senin (7/2/2022) hingga Selasa (8/2/2022).
Tren kenaikan kasus konfirmasi Covid-19 di Indonesia ini sudah mulai terjadi sejak minggu akhir Januari 2022 sampai awal Februari saat ini.
Berdasarkan peta sebaran Covid-19 yang dilaporkan oleh Satgas Covid, pada pekan akhir Januari 2022, infeksi kasus baru Covid-19 masih rata-rata belasan ribu kasus saja.
Sejak tanggal 3 Februari 2022 kasus baru Covid-19 dilaporkan mencapai 27.197 kasus dalam sehari. Kenaikan kasus konfirmasi Covid-19 itu terus meningkat sampai kemarin.
Dengan adanya tren kasus positif Covid-19 yang terus meningkat ini, apakah artinya Indonesia sudah memasuki puncak gelombang ketiga?
Ahli epidemiologi Griffith University Australia, Dicky Budiman, mengatakan "Sudah saya sampaikan, gelombang ketiga itu nyata. Artinya bakal terjadi," kata Dicky kepada Kompas.com, Senin (7/2/2022).
"Saat ini kita sudah masuk ke anak tangganya (menuju puncak gelombang ketiga Covid-19), dan jumlah kasus (konfirmasi Covid-19) infeksinya bahkan yang ditemukan oleh pemerintah itu jauh lebih kecil, yang di masyarakat bisa sampai 10 kali lipat dari ini," tambahnya.
Selengkapnya berita populer Sains mengenai potensi gelombang ketiga dengan adanya kenaikan kasus konfirmasi Covid-19, dapat di baca di sini.
Baca juga: Sehari Konfirmasi Covid-19 Indonesia Naik 36.057 Kasus, Apakah Sudah Puncak Gelombang Ketiga?
Ilmuwan Jerman membiakkan babi sebagai donor jantung
Kesuksesan transplantasi jantung babi ke manusia di Amerika Serikat menjadi prosedur transplantasi donor organ hewan ke manusia yang pertama di dunia.
Oleh karenanya, para ilmuwan di Jerman berencana membiakkan spesies babi baru yang dimodifikasi dari babi di Pulau Auckland.
Nantinya, transplantasi organ babi akan digunakan pada pasien yang didiagnosis mengalami kegagalan fungsi organ dan tidak memiliki pilihan pengobatan lain.
Menurut Yayasan Transplantasi Organ Jerman, daftar pasien yang menunggu ketersediaan organ telah mencapai 8.500 orang.
Sehingga, transplantasi organ hewan ke manusia dinilai dapat membantu pasien untuk segera mendapatkan donasi organ.
Kendati demikian, rencana mengembangbiakkan babi modifikasi untuk donor jantung ke manusia, telah memicu pro dan kontra dari berbagai pihak di Jerman.
Lebih lengkap terkait berita populer Sains ini, dapat dibaca di sini.
Baca juga: Ilmuwan Jerman Akan Membiakkan Babi Modifikasi sebagai Donor Jantung bagi Manusia
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan, subvarian Omicron yang disebut BA.2 telah menyebar di lima negara di Benua Afrika.
WHO pun telah memasukkan subvarian BA.2 sebagai Variant of Concern (VoC) pada 1 Februari 2022.
Para peneliti juga menemukan bahwa subvarian BA.2 telah berkontribusi pada kenaikan kasus Covid-19 di beberapa negara.
Bahkan, berbagai laporan mengatakan subvarian yang dijuluki 'Son of Omicron' telah menggantikan subvarian sebelumnya yakni BA.1 di Denmark.
Ilmuwan WHO juga menyebut bahwa subvarian BA.2 sulit dideteksi atau diidentifikasi karena tidak bisa dideteksi oleh kriteria S-gene target failure.
Sebab, kriteria tersebut digunakan untuk membedakan varian Omicron dengan varian virus corona lainnya.
Berita populer Sains tentang subvarian BA.2 yang sulit dideteksi dan telah menyebar di 5 negara di Afrika tersebut, dapat dibaca di sini.
Baca juga: Subvarian Omicron BA.2 Sudah Menyebar di 5 Negara Afrika, WHO Sebut Sulit Dideteksi
Biasanya, tes IQ (intelligence quotient) digunakan untuk mengukur bakat dan kemampuan. Akan tetapi, ternyata kecerdasan tidak selalu tentang IQ.
Banyak ahli percaya bahwa sebuah tes tidak dapat memberikan gambaran yang jelas tentang kecerdasan, sebagian karena ada beberapa jenis kecerdasan yang perlu dipertimbangkan.
Tanda kecerdasan menurut sains Dilansir dari Healthline, berikut adalah tanda kecerdasan menurut sains yang mungkin belum banyak diketahui, di antaranya sebagai berikut.
- Memiliki empati
- Memiliki kesadaran diri yang kuat
- Selalu ingin tahu lebih banyak hal
- Memiliki memori tubuh yang baik
- Mampu mengatasi tantangan dalam hidup
- Pandai mengelola emosi
Selengkapnya berita populer Sains tentang tanda kecerdasan menurut sains dapat disimak di sini.
Baca juga: 7 Tanda Kecerdasan Menurut Sains, Bukan Hanya IQ Tinggi
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.[POPULER SAINS] Konfirmasi Covid-19 Indonesia Naik | Ilmuwan Membiakkan Babi sebagai Donor Jantung Manusia | Subvarian BA.2 Sulit Dideteksi - Kompas.com - KOMPAS.com
Read More
No comments:
Post a Comment