Rechercher dans ce blog

Wednesday, July 14, 2021

[POPULER SAINS] Fireball Jatuh di Yogyakarta | Alasan PPKM Darurat Harus Diperpanjang - Kompas.com - KOMPAS.com

KOMPAS.com - Pada Senin (12/7/2021) pukul 21.30 WIB, cahaya sangat terang melintasi langit Yogyakarta. Ternyata ini adalah fireball atau meteor terang.

Jatuhnya fireball itu dijelaskan oleh astronom amatir Indonesia Marufin Sudibyo. Ini juga menjadi salah satu berita paling populer di Sains Kompas.com edisi Rabu, 14 Juli 2021.

Selain peristiwa jatuhnya fireball, epidemiolog menegaskan bahwa PPKM Darurat harus diperpanjang setidaknya hingga 6 minggu.

Selain itu, ahli epidemiolog juga meminta agar penyintas Covid-19 dapat divaksin usai dinyatakan sembuh, tanpa harus menunggu berbulan-bulan. Hal ini penting untuk menghadapi varian Delta yang mengganas.

Tips mendampingi anak isolasi mandiri juga penting untuk disimak.

Baca juga: [POPULER SAINS] Cara Kerja Oximeter | Indonesia Punya 252 Jenis Sate

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berikut ulasannya:

1. Fireball jatuh di Yogyakarta

Astronom Amatir Indonesia, Marufin Sudibyo membenarkan adanya penampakan meteor terang (fireball) di langit selatan Yogyakarta, pada pukul 21.30 WIB, Senin (12/7/2021).

"Ya. Banyak saksi mata melaporkan meskipun sejauh ini hanya ada satu citra fotografis yang memperlihatkan keberadaan meteor-terang tersebut," kata Marufin kepada Kompas.com, Selasa (13/7/2021).

Adapun, satu citra fotografis yang menangkap penampakan fireball meteor ini adalah citra Aryo Kamandanu yang mengambil lokasi di Ngoto, Bantul, Yogyakarta.

Sebelumnya diketahui, sebuah unggahan foto mengenai kilatan cahaya di Yogyakarta kembali viral di media sosial. Foto tersebut diunggah akun Instagram @Aryo.akise, yang mengaku menangkap momen tersebut dengan ponselnya.

Selengkapnya baca di sini:

Astronom Benarkan Fireball Si Meteor Terang Jatuh di Langit Yogyakarta, Ini Penjelasannya

2. PPKM darurat harus diperpanjang

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, jika kondisi penularan Covid-19 belum terkendali, perpanjangan PPKM darurat mungkin akan dilakukan.

Epidemiolog dari Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman menilai, PPKM Darurat di Indonesia harus diperpanjang.

"Bukan mungkin lagi, memang harus diperpanjang" kata Dicky kepada Kompas.com, Rabu (14/7/2021).

Ini bukan tanpa alasan. Situasi Indonesia saat ini dinilai pakar penyakit menular tidak terkendali.

Mulai dari angka positivity rate yang sangat tinggi jauh di atas 10 persen dan tingkat pertumbuhan kasus yang masih tinggi. Selain itu, kita juga masih menghadapi beban di fasilitas kesehatan (faskes) dan angka kematian yang tinggi.

Dari fakta tersebut, Dicky mengatakan, bahwa sudah jelas PPKM Darurat di Indonesia harus diperpanjang.

Selengkapnya baca di sini:

Epidemiolog: Bukan Mungkin Lagi, PPKM Darurat Harus Diperpanjang

3. Penyintas Covid-19 seharusnya tak tunggu 3 bulan untuk vaksin

Berdasarkan rekomendasi terbaru dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI), penyintas Covid-19 dapat diberikan vaksin. Namun, dengan catatan, sudah sembuh minimal 3 bulan dari infeksi virus Corona.

Berkaitan dengan rekomendasi ini, epidemiolog dari Universitas Griffith, Australia Dicky Budiman angkat bicara dan meluruskan.

Dicky mengatakan bahwa penyintas Covid-19 harus segera mendapat vaksin Covid-19 tanpa menunggu 3 bulan.

Hal ini dilakukan untuk mencegah reinfeksi Covid-19 atau terinfeksi Covid-19 untuk kedua kalinya tapi dengan varian yang berbeda.

Dari bukti ilmiah, vaksin memiliki lebih banyak manfaat dibanding efek samping. Memang, orang yang terinfeksi Covid-19 dan sudah sembuh memiliki antibodi.

Namun Dicky berkata, vaksin dapat memberikan antibodi yang lebih tinggi dan memberikan proteksi terhadap Covid-19. Selain itu, vaksin juga memberi perlindungan pada level tertentu terhadap varian Delta yang saat ini disebut sangat menular di dunia.

"Vaksin tertentu (seperti vaksin Sinovac) juga memberikan perlindungan terhadap delta variant, meski tidak sebagus (vaksin) mRNA. Ini lebih bagus daripada (antibodi) para penyintas," kata Dicky kepada Kompas.com, Rabu (14/7/2021).

Baca selengkapnya di sini:

Ahli: Penyintas Covid-19 Tak Perlu Menunggu 3 Bulan untuk Vaksin

4. Tips mendampingi anak isoman

Anak-anak menjadi kelompok yang rentan pula terpapar Covid-19. Saat anak terkonfirmasi positif Covid-19, maka ada beberapa hal yang perlu diketahui orang tua yang mendampingi isolasi mandiri.

Menurut Dokter spesialis kesehatan anak dari FKUI-RSCM, dr. Nina Dwi Putri, Sp. A (K), anak positif Covid-19 tetap bisa menjalankan isolasi mandiri di rumah dengan orang tua yang mendamping, namun dengan beberapa catatan.

"Jika anak masih tetap aktif, bisa makan dan minum, tak ada gangguan seperti penurunan oksigen saat beraktivitas, anak bisa melakukan isoman (isolasi mandiri) sebab sebagian besar anak hanya memerlukan isolasi mandiri," ungkap dr. Nina dalam webinar edukasi Covid-19 yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan RI, Selasa (13/7/2021).

Beberapa hal yang harus diketahui oleh orangtua saat mendampingi anak isolasi mandiri di rumah bisa dibaca di sini:

Mendampingi Isolasi Mandiri Anak Positif Covid-19, Apa yang Perlu Diperhatikan?

Adblock test (Why?)


[POPULER SAINS] Fireball Jatuh di Yogyakarta | Alasan PPKM Darurat Harus Diperpanjang - Kompas.com - KOMPAS.com
Read More

No comments:

Post a Comment

POPULER HARI INI: Ramalan Zodiak 4 Juli hingga Spoiler Drakor Alchemy of Souls - Pikiran Rakyat Bekasi - Pikiran Rakyat Bekasi

PR BEKASI - Berikut ini beberapa berita populer yang dirangkum untuk pembaca setia Pikiranrakyat-Bekasi.com pada Senin, 4 Juli 2022. Te...